situsjodoh.com bursa lowongan kerja pastiterjual.com

Resensi Film After: Pentingnya Komunikasi Orang Tua dan Anak

Posted 2019/04/15 1 0

Jakarta, Gatra.com – Satu lagi film yang diangkat dari novel siap tayang di bioskop. Film After, sama dengan judul novelnya, adalah drama romantis karya Anna Todd yang selama ini ada di platform Wattpad. Tadinya ini ditulis sebagai fan fiction terhadap boyband One Direction. Belakangan, novel yang masuk kategori fiksi dewasa ini, malah jadi salah satu novel best-seller. Novel yang aslinya berupa trilogi ini mencatatkan jumlah dibaca mencapai 1 miliar.

Semasa hidupnya, Tessa Young (Josephine Langford) selalu diatur oleh ibunya, Carol Young (Selma Blair) yang seorang single mother. Memasuki dunia perkuliahan dan masuk asrama tak serta merta membuat Tessa bebas dari ibunya.

Namun berkat keyakinan yang ia janjikan kepada ibunya, Tessa diizinkan sekamar dengan teman sekamarnya yang ramah namun berbeda orientasi seksual, Steph Jones (Khadijha Red Thunder) dan kekasih perempuannya, Tristan (Pia Mia).

Tessa yang mulai bergaul dengan Steph dan gengnya, dan tanpa sadar merasa senang dalam menghadapi dunia berbeda tanpa aturan oleh Ibunya. Dalam suatu pesta, Tessa yang saat itu masih memiliki kekasih Noah Porter (Dylan Arnold), bertemu dengan ‘bad boy’ Hardin Scott (Hero Fiennes-Tiffin). Sebagai fan fiction, karakter fisik Hardin terinspirasi dari Harry Styles yang adalah salah satu member One Direction. Walau sifatnya sama sekali fiksi.

Kesan pertama Tessa terhadap Hardin: benci. Sebab gaya dan bicara Hardin menyebalkan dan selalu ‘menggoda’ ketidaktahuan Tessa mengenai sesuatu hal. Namun hubungan keduanya berkembang ke arah yang lebih romantis. Drama romantisme klise terjadi setelah keduanya mengetahui bahwa satu sama lain senang membaca novel romantis – walaupun Hardin menyatakan dirinya tidak percaya cinta.

Saat senang berbunga-bunga dalam hubungan tersebut, Tessa dan Hardin kepergok ibunya yang sedang mengunjungi asrama. Ibunya tidak setuju dengan hubungan tersebut, namun Tessa tetap mempertahankannya.

“Kamu akan patah hati dengan pria sepertinya,” ujar ibunya, seraya pergi meninggalkan Tessa yang mulai gundah atas keputusannya.

Selama menyaksikan film coming-of-age ini, fokus penonton bisa saja tidak mengacu pada kisah percintaan klasik Tessa dan Hardin, melainkan hubungan antara Tessa dan ibunya yang seorang orang tua tunggal. Walaupun tidak banyak adegan mengenai ibunya, penonton bisa paham bahwa yang ibunya lakukan merupakan kekhawatiran setiap orang tua mengenai anak-anaknya yang beranjak dewasa.

Semua orang pernah merasakan dan melewati transisi dari anak-anak ke remaja dewasa. Sering terjadi orang tua mengkerdilkan anak-anak yang sedang mengalami fase ini, entah mereka tidak percaya dengan anak bahwa mereka sudah mampu berfikir dewasa.

Dalam kultur Indonesia, kadang orang tua sulit menerima keadaan bahwa anak-anak mereka tumbuh dewasa, dan menganggap mereka tidak bisa apa-apa sebab mereka belum merasakan bumbu-bumbu kehidupan yang beragam. Senada, dalam film ini, ibunya Tessa yang sudah mencicipi bumbu-bumbu kehidupan, tidak ingin anaknya bernasib sama sepertinya; yang tidak memiliki pasangan akibat suatu hal.

Hubungan ibunya dan Tessa merupakan hubungan yang biasa terjadi di dunia, dimana orang tua yang jarang berbicara atau berkomunikasi dengan anak namun mereka paling sering mengatur-atur tanpa mengerti keinginan anak. Komunikasi adalah kunci, jika tidak dibina sejak akan sulit mengaplikasikannya saat anak tumbuh dewasa.

After yang disutradarai dan skenario oleh Jenny Gage ini rencananya akan tayang di bioksop Indonesia mulai besok, 16 April 2019.

Reporter: TFA

 

Reporter: Thea Fathanah Arbar
Editor: Flora L.Y. Barus

situsjodoh.com bursa lowongan kerja pastiterjual.com
situsjodoh.com bursa lowongan kerja pastiterjual.com